Rabu, 29 November 2017

Komunikasi Dalam Tulisan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang
Komunikasi merupakan aktivitas yang selalu dilakukan oleh individu, untuk lebih memahaminya maka peneliti memaparkan tentang komunikasi dalam sub bab-sub bab berikut ini. Komunikasi tulisan adalah suatu proses penyampaian pesan komunikasi dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan, komunikasi tulisan dapat berupa surat menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya, kominikasi tulisan juga dapat juga melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, dan buku-buku. Foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
Organisasi ataupun perusahaan pasti memiliki sumber daya manusia untuk menjalankan kegiatannya, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik maka diperlukaan hubungan yang baik antar anggota organisasi maupun perusahaan tersebut. Hubungan baik tersebut dapat terjadi dengan adanya komunikasi. Komunikasi tertulis ialah komunikasi yang dilakukan yang melalui sebuah tulisan yang dilakukan dalam kegiatan surat menyurat yang melalui pos, telegram, telexaf, fax, e-mail dan sebagainya. Dalam dunia bisnis komunikasi tertulis ini terbilang sering dilakukan. Contoh bentuk komunikasi tertulis misalnya ketika melakukan surat-menyurat bisnis.
Dalam suatu hubungan dalam bisnis komunikasi ialah hal yang terbilang sangat penting. Seringkali kita akan butuh dalam mengirimkan pesan-pesan bisnis. Untuk bertukar pesan bisnis ini, banyak orang yang lebih suka untuk berbicara ( speaking ) dari pada penulis ( writing ) pesannya. Dalam komunikasi lisan ini lebih disukai karena relatif lebih mudah, praktis ( efisien ) dan cepat dalam penyampaian pesan-pesan bisnis. Karena alasan ini para pelaku bisnis ini biasanya menyampaikan pesan bisnisnya yang melalui lisan terutama ketika membutuhkan hal-hal penting.
Untuk penyampaian pesan-pesan bisnis dengan tulisan memang relative jarang dilakukan, walaupun demikian komunikasi tertulis ini bukan berarti tidak penting dan telah ditinggalkan. Tidak semua hal atau pesan bisnis dapat disampaikan dengan komunikasi lisan. Terkadang pesan bisnis ini perlu atau harus disampaikan dalam bentuk komunikasi tertulis. Hal ini terutama pada pesan yang sifatnya sangat penting dan kompleks. Pesan yang seperti ini lebih tepatnya jika disampaikan dengan menggunakan tulisan.
Untuk bentuk-bentuk komunikasi tertulis yang sering dilakukan dunia bisnis, diantaranya ada surat-surat bisnis, memo dan laporan. Selain itu juga contoh komunikasi tertulis yang lain juga dapat dilihat dari bentuk komunikasi dari perusahaan kepada customer atau pelanggan yang berupa selebaran.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.   Penulisan Kabar atau Berita
2.1.1. Pengertian Berita
Berita (news) merupakan sajian utama sebuah media masa di samping views (opini). Mencari bahan berita lalu menyusunnya merupakan tugas pokok wartawan dan bagian redaksi sebuah penerbitan per (media massa).
Micthel V. Charnley mengemukakan pengertian berita yang lebih lengkap dan untuk keperluan praktis layak kita jadikan acuan. la mengatakan "Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, Serta menyangkut kepentingan mereka". Dari pengertian tersebut, kita melihat terdapat empat unsur yang harus dipenuhi oleh sebuah berita, sekaligus menjadi "karakteristik utama" sebuah berita dapat dipublikasikan di media massa (layak muat). Keempat unsur itu pula yang dikenal dengan nilai-nilai berita (news values) atau nilai-nilai jurnalistik.
1.    Cepat, yakni aktual atau ketepatan waktu. Dalam unsur ini terkandung makna harfiah berita (news), yakni sesuatu yang barn (new). "Tulisan jurnalistik," kata Al Hester, "adalah tulisan yang memberi pembaca pemahaman atau informasi yang tidak ia ketahui sebelumnya."
2.    Nyata (faktual), yakni informasi tentang sebuah fakta (fact), bukan fiksi atau karangan. Fakta dalam dunia jurnalistik terdiri dari kejadian nyata (real event), pendapat (opinion), dan pernyataan (statement) sumber berita. Dalam unsur ini terkandung pula pengertian, sebuah berita harus merupakan informasi tentang sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya atau laporan mengenai fakta sebagaimana adanya. "Seorang wartawan harus menulis apa yang benar Saja," ujar M.L. Stein (1993:26), seraya mengingatkan, "jangan sekali-kali ia mengubah fakta untuk memuaskan hati seseorang atau suatu golongan. Jika sumber anda dapat dipercaya, itulah yang paling penting."
3.    Penting, artinya menyangkut kepentingan orang banyak. Misalnya peristiwa yang akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat secara luas, atau dinilai perlu untuk diketahui dan diinformasikan kepada orang banyak, seperti kebijakan barn pemerintah, kenakan harga, dan sebagainya.
4.    Menarik, artinya mengundang orang untuk membaca berita yang kita tulis. Berita yang biasanya menarik perhatian pembaca, disamping yang aktual dan faktual Serta menyangkut kepentingan orang banyak, juga berita yang bersifat menghibur (lucu), mengandung keganjilan atau keanehan, atau berita human interest (menyentuh emosi, menggugah perasaan). Secara ringkas dan praktis dapat disimpulkan berita adalah laporan peristiwa yang memenuhi keempat unsur tersebut – karena tidak semua peristiwa layak dilaporkan. Dengan demikian, seorang reporter hendaknya mampu membedakan mana peristiwa yang mempunyai nilai berita dan mana yang biasa-biasa saja.

2.1.2. Nilai Berita
Sumber berita adalah peristiwa atau kejadian. Namun, tidak semua peristiwa layak jadi berita atau diberitakan di media. Wartawan memiliki parameter untuk memilih peristiwa mana yang layak diberitakan, yakni nilai berita (news values).
Saya biasa meringkas nilai berita menjadi empat:
1.    Aktual. Hangat, baru terjadi.
2.    Faktual. Benar-benar terjadi, ada fakta kejadian.
3.    Penting. Menyangkut kepentingan orang banyak atau menyangkut orang penting (public figure).
4.    Menarik. Menarik minat pembaca untuk tahu.
Dalam literatur jurnalistik kita menemukan nilai berita sebagai berikut:
1.    Magnitude. Pengaruh peristiwa bagi publik.
2.    Significance. Penting tidaknya bagi publik.
3.    Actuality. Hangat, akan, sedang, atau baru terjadi.
4.    Proximity. Kedekatan secara geografis dan psikologis dengan pembaca.
5.    Prominence. Popularitas, keterkemukaan, atau ketokohan orang yang terlibat dalam peristiwa.
6.    Human Interest. Menyentuh perasaan kemanusiaan khalayak.
7.    Unique. Keanehan, ketidaklaziman.
8.    Conflict. Bentrokan, perang, gelut, dll

2.1.3. Unsur Berita
Peristiwa yang bernilai berita kemudian disusun dalam sebuah laporan (naskah berita) dengan memasukkan unsur 5W+1H
·      WHO. Siapa yang terlibat –pelaku, korban, saksi, dll.
·      WHAT. Apa yang terjadi, jenis peristiwa/acara.
·      WHEN. Kapan –Waktu peristiwa berlangsung.
·      WHERE. Tempat –di mana peristiwa terjadi.
·      WHY. Kenapa terjadi –penyeba, tujua, latar belakang, motif.
·      HOW. Bagaimana kejadiannya –detail peristiwa, kronologis, suasana.

2.1.4. Jenis-jenis Berita
Jenis-jenis berita cukup banyak. Terpopuler atau paling banyak digunakan wartawan dan ditemui di media:
·      Straight News –berita langsung, apa adanya, singkat dan lugas.
·      Depth News –berita mendalam, lebih lengkap dari berita straight news, dengan penambahan latar belakang, pendapat, data pendukung.
·      Oinion News. Berita Opini, yaitu berita yang berisi pendapat, komentar, penilaian, atau pidato pejabat, tokoh, ahli, mengenai sesuatu masalah atau peristiwa.

2.1.5. Teknik Menulis Berita
Konsep berita dan kriteria umum nilai berita berlaku universal. Artinya tidak hanya berlaku untuk Surat kabar, tabloid, dan majalah saja, tetapi juga berlaku untuk radio, televisi, film dan bahkan juga media on line internet. Secara universal pula misalnya, berita ditulis dengan menggunakan teknik melaporkan (to report), merujuk kepada pola piramida terbalik (inverted pyramid), dan mengacu kepada rumus 5WIH.
1.    Judul Berita
·      Judul Berita hendaknya:
·      Ringkas
·      Mencerminkan Isi
·      Berupa kalimat lengkap, minimal terdiri dari Subjek dan Predikat.

2.    Dateline
Dateline adalah baris tanggal, yaitu teks berisi tempat atau nama kota dan kapan berita itu terjadi, ditulis, atau dilaporkan, meski untuk tanggalnya sendiri sering tidak dituliskan. (Selengkapnya: Dateline).

3.    Teras Berita
Teras berita yaitu alinea pertama dan merupakan bagian terpenting dalam berita. Prinsip dasar penulisan terasa berita mengacu pada bentuk “piramida terbalik” (inverted pyramid), yakni mengedepankan unsur terpenting dengan menempatkan langsung unsur 5W1H. Kita bisa menggunakan Gaya Associated Press (AP Style) dalam menulis lead, yakni memasukkan semua unsur berita (5W+1H) secara ringkas di paragraf pertama.

2.2.   Penulisan Pesan-pesan Persuasive
Persuasi yang efektif mencakup empat komponen penting, yaitu :
1.        Menetapkan kredibilitas        
Kredibilitas Anda ditentukan oleh sejauh mana tingkat kepercayaan dan keandalan Anda. Kalau kredibillitas Anda di hadapan audiens diragukan, mereka akan cenderung skeptis dan tidak akan menerima begitu saja setiap apa yang Anda sampaikan. Salah satu cara untuk meumbuhkan kredibilitas adalah melalui fakta. Semua dokumen, statistic, jaminan dan hasil riset merupakan bukti obyektif yang dapat mendukung kredibilitas Anda.
2.        Membuat kerangka argumentasi audiens
Kerangka argumentasi dapat dibuat berdasarkan rencana organisasional AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action)
a.       Attention (perhatian) : Pada fase ini, anda harus dapat meyakinkan audiens segera dibagian permulaan bahwa anda mempunyai sesuatu yang berguna untuk anda sampaikan. b. Interest (minat) : Fase ini anda menjelaskan relevasi pesan-pesan anda dengan audiens. Kemabngkan pernyataan yang telah disampaikan pada fase pertama dengan agak rinci.
b.      Disire (hasrat) : Pada fase ini, anda membuat audiens untuk mengubah keinginannnya dengan menjelaskan bagaimana perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi audiens.
c.       Action (tindakan) : Pada fase ini, anda menyarankan tindakan spesifik yang anda inginkan terhadap audiens anda. Selanjutnya, perlu diingatkan kembali bagaimana audiens akan memperoleh manfaat dari tindakan yang akan dilakukan tersebut

3.        Memilih Daya Pemikat
Umumnya pesan pesan persuasif menggunakan daya pemikat dengan logika (logical appeals) dan daya pemikat emosional (emotional appeals) untuk melakukan persuasi audiens.
a.    Pemikat Emosional Dalam melakukan persuasi audiens, dapat memanfaatan emosi yang dilandasi dengan suatu argumentasi atau dalam bentuk simpati kepada audiens sepanjang pemikat emosional bersifat kuat.
b.    Pemikat Logika Dalam berbagai hal, penggunaan pendekatan ini dapat dilakukan seperti membuat aduan (claim) dan memberikan dukungan atas aduan tersebut dengan memberikan alasan dan bukti-bukti yang ada.
c.    Pertimbangan Etika Persuasif dapat digunakan untuk mempengaruhi audiens dengan memberikan informasi dan menambah pemahaman mereka dalam berbagai hal. Hal yang paling penting dalam pendekatan ini adalah menunjukkan perhatian yang jujur kepada audiens dengan memenuhi kebutuhan mereka.


2.3.   Korespondensi (Surat Menyurat)
2.3.1. Korespondensi dan Koresponden
Korespondensi searti dengan surat-menyurat. Korespondensi adalah suatu kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat.
Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau organisasi dibagi menjadi dua, yakni:
1.        Korespondensi Eksteren, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar.
2.        Korespondensi Interen, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.
Koresponden
Koresponden adalah orang yang berhak atau mempunyai wewenang menandatangani surat, baik atas nama perorangan maupun kantor atau organisasi.

2.3.2. Fungsi Surat
Fungsi surat dalam suatu organisasi antara lain:
a.       Surat sebagai media komunikasi.
b.      Surat sebagai barometer.
c.       Surat sebagai duta penulis.
d.      Surat sebagai bukti tertulis.
e.       Surat sebagai salah satu otak kegiatan suatu kantor.

2.3.3. Syarat- syarat Surat yang Baik
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a.    Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
-       Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
-       Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
-        Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.

b.    Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.

c.    Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia.

2.3.4. Kelebihan Surat
·         Murah
·         Daya jangkau lebih luas
·         Bersifat formal dan efektif
·         Bisa dijadikan bukti hitam di atas putih

Kelemahan Penyusunan Surat pada Umumnya :
·         Susunan surat ruwet
·         Kalimat tidak lengkap atau berbelit-belit
·         Penggunaan tanda baca yang tidak pada tempatnya
·         Penulisan kalimat tidak sesusai EYD
·         Pemakaian istilah asing yang tidak perlu atau tidak tepat
·         Menciptakan istilah sendiri yang tidak lazim/tidak sesuai Pedoman Umum Pembentukan Istilah dalam bahasa Indonesia
·         Tata bahasa tidak teratur
·         Pengungkapan gagasan tidak logis - Kurang sopan atau terlalu banyak memuji dan basa-basi
·         Ketikan banyak yang salah
·         Penggunaan model yang tidak menentu

BAB III
KESIMPULAN

a.       Surat  adalah media komunikasi yang berupa tulisan, yang berisi informasi, pesann, pernyataan, atau tanggapan sesuai dengan keinginan penulis surat.
b.       Surat ada yang tidak resmi dan ada juga yang resmi. Contoh surat resmi yaitu surat dinas sedangkan contoh surat tidak resmi yaitu surat pribadi.
c.       Surat memiliki fungsi sebagai alat komunikasi, wakil penulis, alat untuk menghemat waktu. Tenaga dan biaya, dan sebagai bukti tertulis

Sumber :