BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Dalam
komunikasi bisnis ada beberapa langkah termasuk perencanaan pesan-pesan bisnis.
Perencanaan pesan-pesan bisnis mencakup pesan-pesan yang di smpaikan secara
tertulis dan pesan-pesan yang di sampaikan secara lisan. Perencanaan
pesan-pesan bisnis merupakan suatu langkah strategis bagi pencapaian tujuan
organisasi secara menyeluruh dan salah satu faktor prnrntu keberhasilan
komunikasi, pesan-pesan bisnis yang terrencana dengan baik akan mempermudah
pencapaian tujuan komunikasi. Dalam hal ini perencanaan pesan-pesan bisnis
lebih di fokuskan pada perencanaan secara tertulis.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1
PENENTUAN PROSES KOMPOSISI
Proses komposisi (komposition
process) penyusunan prinsip-prinsip bisnis dapat dianalogikan dengan proses
penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang komposer. Dia harus
merencanakan lagu apa yang akan dibuat, menentukan bentuk aransemen dan
personal group yang mengiringi lagu tersebut. Kemudian mereka harus melakukan
latihan dan uji ulang atau revisi-revisi yang diperlukan, sehingga lagu yang
diciptakan mempunyai mutu yang bagus, enak didengar, dan mudah dicerna para
penggemarnya. Begitu halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan bisnis.
Penyususunan pesan-pesan bisnis meliputi 3 tahap, yaitu :
1. Perencanaan
Daftar fase perencanaan (planning phase) dipikirkan hal-hal
yang cukup mendasar, seperti maksud/tujuan komunikasi, audiens yang akan
menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan yang akan di sampaikan dan
seluruh atau media yang akan digunakan menyampaikan pesan. Di samping itu,
intonasi juga perlu di atur, apakah menlemah, mendatar, atau meninggi.yang
terpenting adalah menyiasati situasi yang ada, sehingga tujuan yang di
kehendaki dapat tercapai.
2. Organisasi dan
komposisi
Setelah
tahap perencanaan, tahap berikutnya adalah bagaimana mengorganisasikan ide-ide
dan selanjutnya di tuangkan dalam bentuk draft yang berkaitan dengan komitmen
pemikiran anda yang dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf dan
memiliki ilustrasi yang di perlukan untuk mendukung ide pokok bahasan.
Organisasi dan kompsisi erat
kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat dan pargraf.
Oleh karena itu diperlukan perhatikan bagaimana mengunakan kata-kata, kalimat
dan paragraf yang sederhana.
3. Revisi
Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelaah kembali baik
dari sisi subtitusi pesan yang ingin di smpaikan, tetapi juga bagaimana gaya
penulisannya, stuktur kalimat yang digunakan dan bangaimana tingkat
pemahamannya.
Kalau belum sesuai, perlu di lakukan pengecekan sekaligus
revisi/perbaikan-perbaikan seperlunya.
Oleh karena perkembangan dunia bisnis saat ini begitu
cepatnya, maka penyampaian pesan-pesan bisnis perlu tetap memperhatikan
bagaimana merencanakan, mengorganisasi dan mengkomposisi, serta merevisi
pesan-pesan bisnis secara jelas dan seefektif mungkin.
2.2 PENENTUAN TUJUAN
Tahap pertama dalam merencanakan
dalam suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi,
seorang komunikator tentunya ingin nama baik di hadapan audiens, sekaligus
menghasilkan sesuatu yang baik bagi organisasi.
Sebelum nenutuskan untuk menympaikan
pesan-pesan bisnis kepada pihak lain, ada perlu menjawab 3 pertanyaan, apakah
tujuan tersebut realistis, apakah waktunya sudah tepat, dan apakah tujuannya
dapat diterima organisasi tersebut.
Mengapa tujuan harus jelas
Tujuan
yang jelas akan membantu mengarahkan anda mencapai tujuan yang dikehendaki,
sebagaimana diketahui, setiap organisai tentunya memiliki tujuan yang
bermacam-macam.di samping itu, dapat mengambil keputusan yang mencakup antara
lain:
a. Keputusan untuk
meneruskan pesan
Sebelum menyampaikan suatu pesan, tanyaka pada diri anda
sendiri apakah pesan yang akan di sampaikan benar-benar perlu atu tidak. Jika
pesan-pesan yang akan di sampaikan diduga mempunyai pengaruh yang sangat kecil
kepada audiens, sebaiknya penyampaiannya ditunda dulu. Sebalinya bila sangat
penting dan akan membawa pengaruh yang besar, pesan seharusnya segera di
sampaikan atau di teruskan.
b. Keputusan untuk
menanggapi audiens
Untuk memutuskan cara terbaik mennggapi audiens, komunikator
perlu mempertimbangkan motif-motif mereka. Mengapa mereka memperhatikan isi
pesan yang di sampaikan? Apakah mereka mengharapkan keuntungan? Apakah harapan mereka sesuai dengan harapan
komunikator? Tanpa mengetahui motif audiensnya, komunikator tidak akan
menggapai mereka dengan baik. Kpmunikator dan audiens juga akan gagal
mendapatkan apa yang mereka ingkan bila harapan mereka tidak sesuai/sejalan.
c. Keputusan untuk
memusatkan isi pesan
Menetapkan tujuan yang jelas akan membantu memutuskan isi
pesan.komunikator seharusnya hanya memasukkan informasi yang penting, yang
relevan dengan pencapaian tujuan yang telah di tetapkan. Informasi yang rrlrvan
harus di singkirkan atau di buang jauh-jauh. Bila informasi yang tidak penting
dimasukan dalam pesan pesan yang akan di sampaikan, inti pesan akan kabur, dan
waktupun akan terbuang percuma.
d. Keputusan yang akan
menetapkan media yang akan digunakan
Penentuan saluran atau media yang
akan digunakan untuk menyampaikan suatu pesan, sangat bergantung pada tujuan
yang dikehendaki. Media komunikasi dapat di gunakan yang dapat berupa lisan
maupun tulisan.
Tujuan komunikasi bisnis
Secara
umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu:
a. Memberi
informasi
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan
informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh,
seorang pemimpin suatu perusahaan membutuhkan beberapa pegawai baru yang akan
ditetapkan sebagai staf administrasi di kantor-kantor cabang yang ada.
Untuk memperoleh pegawai yang di harapkan, ia dapat memasang
iklan lowongan kerja melalui media surat kabar, majalah, radio, dan internet.
Media komunikasi yang mana yang akan dipilih sangant bergantung kebijakan
perusahan mempertimbulkan kemampuan internal perusahaan tersebut.
b. Melakukan
persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis
adalah melakuan persuasi kepada pihak lain agar apapun yang di sampaikan dapat
di pahami dengan baik dan benar.
Dilakukan, terutama berkaitan dengan
negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.
c. Melakukan
kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis bisnis adalah
melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnis antara seseorang dengan orang lain.
Melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat melakukan kerjasama
bisnis, baik dengan perusahaan domestik maupun perusahaan asing.
Dalam dunia bisnis, persentasi yang baik harus mampu mampu
menjelaskan tujuan yang diinginkan secara spesifik. Oleh karena itu, untuk
merumuskan tujuan tersebut, sesorang perlu menanyakan kepada dirinya sendiri,
apakah audiens mampu melakukan penelaahan terhadap suatu pesan atau tidak.
Setelah komunikasi tersebut telah
memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah selanjutnya adalah memperhatikan
audience yang akan dihadapi. Siapa mereka, bagaimana sikap mereka dan apa yang
mereka ketahui?
1) Cara mengembangkan profil audience
a. Berapa jumlah dan bagaimana komposisi audience?
Audience dalam jumlah besar tentu saja akan menunjukan prilaku yang berbeda dengan audience yang berjumlah sedikit sehingga untuk mengadapi diperlukan teknik komunikasi yang berbeda pula. Bentuk dan format penulisan materi yang akan disampaikan juga ditentukan oleh jumlah audience.
b. Siapa audience
Bila audience yang dituju lebih dari satu orang komunikator perlu mengidentifikasi siapa diantara mereka yang memegang posisi kunci/posisi yang penting, seperti mereka yang memiliki status organisasional tinggi.
c. Reaksi audience
Setelah mengetahui siapa yang menjadi audience, perlu diketahui komposisi audience adalah orang-orang yang tidak suka berdebat atau kurang kritis,
d. Bagaimana tingkat pemahaman audience?
Ketika menyampaikan pesan-pesan, latar belakang audience seperti tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman juga perlu diperhatikan. Jika komunikator dan audience memiliki latar belakang yang jauh berbeda, perlu diputuskan terlebih dahulu seberapa jauh audience tersebut dididik.
e. Bagaimana hubungan komunikator dengan audience?
Jika komunikator adalah orang yang belum dikenal oleh audience, audience harus dapat diyakinkan sebelum presentasi disampaikan. Komunikator dengan penampilan yang meyakinkan akan membuat audience termotivasi untuk mendengarkan dan menyimak pembicaraannya, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik.
2) Cara memuaskan kebutuhan informasi audience.
Salah satu kunci dari komunikasi yang efektif adalah mengetahui kebutuhan informasi audience dan selajuntnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.
Ada lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audience yaitu :
a. Temukan/cari yang diinginkan oleh audience
b. Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan
c. Berikan semua informasi yang diperlukan
d. Yakinkan bahwa informasinya akurat
e. Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audience.
3) Cara memuaskan kebutuhan motivasional audience
Beberapa jenis pesan bertujuan memotivasi audience untuk mau mengubah prilaku mereka. Tetapi, pemberian motivasi ini seringkali mengalami hambatan/ kendala. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan dari audience untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut perlu melakukan pendekatan dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional dan pendekatan emosi audience.
2.4 PENENTUAN IDE POKOK
Setelah menganalisis tujuan dan audience, langkah selanjutnya adalah menentukan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Topik dan ide pokok merupakan dua htal yang berbeda. Topik adalah subjek pesan yang luas. Sedangkan ide adalah pokok adalah pernyataan tentang suatu topik, yang menjelaskan isi dan tujuan dari topik tersebut sehingga dapat diterima oleh audience.
Sebelum menentukan ide pokok terlebih dahulu yang harus diidentisikasi adalah :
1. Teknik Brainstorming.
a) Storyteller’s tour
Hidupkan tape recorder dan telaah pesan-pesan yang disampaikan. Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama, rasionalitas dan implikasi bagi sipenerima.
b) Random list
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran diatas kertas kosong. Selanjutnya pelajari hubungan antara ide-ide tersebut.
c) CFR (Conclusions, findings, recommendations¬¬¬) Worksheet.
jika subjek yang dibahas mencekup pemecahan masalah, gunakanlah suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan di berikan
1) Cara mengembangkan profil audience
a. Berapa jumlah dan bagaimana komposisi audience?
Audience dalam jumlah besar tentu saja akan menunjukan prilaku yang berbeda dengan audience yang berjumlah sedikit sehingga untuk mengadapi diperlukan teknik komunikasi yang berbeda pula. Bentuk dan format penulisan materi yang akan disampaikan juga ditentukan oleh jumlah audience.
b. Siapa audience
Bila audience yang dituju lebih dari satu orang komunikator perlu mengidentifikasi siapa diantara mereka yang memegang posisi kunci/posisi yang penting, seperti mereka yang memiliki status organisasional tinggi.
c. Reaksi audience
Setelah mengetahui siapa yang menjadi audience, perlu diketahui komposisi audience adalah orang-orang yang tidak suka berdebat atau kurang kritis,
d. Bagaimana tingkat pemahaman audience?
Ketika menyampaikan pesan-pesan, latar belakang audience seperti tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman juga perlu diperhatikan. Jika komunikator dan audience memiliki latar belakang yang jauh berbeda, perlu diputuskan terlebih dahulu seberapa jauh audience tersebut dididik.
e. Bagaimana hubungan komunikator dengan audience?
Jika komunikator adalah orang yang belum dikenal oleh audience, audience harus dapat diyakinkan sebelum presentasi disampaikan. Komunikator dengan penampilan yang meyakinkan akan membuat audience termotivasi untuk mendengarkan dan menyimak pembicaraannya, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik.
2) Cara memuaskan kebutuhan informasi audience.
Salah satu kunci dari komunikasi yang efektif adalah mengetahui kebutuhan informasi audience dan selajuntnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.
Ada lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan audience yaitu :
a. Temukan/cari yang diinginkan oleh audience
b. Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan
c. Berikan semua informasi yang diperlukan
d. Yakinkan bahwa informasinya akurat
e. Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audience.
3) Cara memuaskan kebutuhan motivasional audience
Beberapa jenis pesan bertujuan memotivasi audience untuk mau mengubah prilaku mereka. Tetapi, pemberian motivasi ini seringkali mengalami hambatan/ kendala. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan dari audience untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut perlu melakukan pendekatan dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional dan pendekatan emosi audience.
2.4 PENENTUAN IDE POKOK
Setelah menganalisis tujuan dan audience, langkah selanjutnya adalah menentukan cara untuk mencapai tujuan tersebut. Topik dan ide pokok merupakan dua htal yang berbeda. Topik adalah subjek pesan yang luas. Sedangkan ide adalah pokok adalah pernyataan tentang suatu topik, yang menjelaskan isi dan tujuan dari topik tersebut sehingga dapat diterima oleh audience.
Sebelum menentukan ide pokok terlebih dahulu yang harus diidentisikasi adalah :
1. Teknik Brainstorming.
a) Storyteller’s tour
Hidupkan tape recorder dan telaah pesan-pesan yang disampaikan. Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama, rasionalitas dan implikasi bagi sipenerima.
b) Random list
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran diatas kertas kosong. Selanjutnya pelajari hubungan antara ide-ide tersebut.
c) CFR (Conclusions, findings, recommendations¬¬¬) Worksheet.
jika subjek yang dibahas mencekup pemecahan masalah, gunakanlah suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan di berikan
d) Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberika poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok.
e) Question And Answer Chain
Barangkali pendekatan yang terbaik adalah melihat dari sisi perspektif audience.
f) Pembatasan cakupan
penyajian rutin kepada audience yang telah Anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini dapat membangkitkan rasa hormat audience kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang kompleks dan controversial akan memakan waktu yang lebih lam, terutama jika audience yang hadir terdiri atas orang-orang yang spektial, atau orang-orang yang tidak dikenal sebulumnya.
Pendekatan jurnalistik memberika poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok.
e) Question And Answer Chain
Barangkali pendekatan yang terbaik adalah melihat dari sisi perspektif audience.
f) Pembatasan cakupan
penyajian rutin kepada audience yang telah Anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini dapat membangkitkan rasa hormat audience kepada komunikator, sedangkan penyampaian pesan yang kompleks dan controversial akan memakan waktu yang lebih lam, terutama jika audience yang hadir terdiri atas orang-orang yang spektial, atau orang-orang yang tidak dikenal sebulumnya.
2.5
SELEKSI SALURAN DAN MEDIA
Pesan-pesan bisnis harus sesuai
dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat di sampaikan melalui dua saluran, yaitu
saluran lisan (oral) dan tulisan (wrutten). Pilihan mendasar antara berbicara
atau menulis bergantung pada tujua atau maksud pesan, audiens dan karakteristik
dari kedua saluran komunikasi tersebut.
Komunikasi lisan
Salah satu kelebihan dari komunikasi
lisan (oral communicantons) adalah kemampuannya memberikan umpan balik
(feedback) dengan segera. Komunikasi
lisan ini lebih ekonomis, pendekatan lisan juga bermanfaat bila yang di sajikan
adalah informasi kontoversial, karena reaksi audiens dapat terbaca dari bahasa
isyarat mereka sehingga komunikator dapat menyesuaikan pesan-pesan yang di
sampaikan.
Kominikasi lisan mencakup antara
lain percakapan antara dua orang atau lebih, pembicara lewat telepon, wawancara
kerja, pertemuan kelompok kecil (diskusi kelompok) seminar, lokakarya, program
pelatihan, pidato formal, dan persentasi penting lainnya.
Pada umumnya semakin sedikit jumlah
audiens, semakin baik interaksi di antara mereka, jika informasi bertujuan
untuk mencapai suatu keputusan atau pemecahan suatu masalah. Program yang
relatif informasi dan tidak terstuktur memungkinkan ide-ide akan mengalir
dengan bebas.
Persentasi formal, dengan jumlah
audiens yang lebih besar, seperti konversi penjualan, rapat para pemegang
saham, persentasi untuk pengenalan
produk baru, dan fungsi-fungsi seremonial ungul.
Komunikasi tertulis
Pesan-pesan tertulis juga memiliki
berbagai macam bentuk, seperti surat, memo, proposal dan laporan. Salah satu
kelebihan komunikasi tertulis (writter communications) adalah bahwa penulis
mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka.
Dalam memilih saluran dan media
berkomunikasi perlu di pertimbangkan tingkat kepentingannya, formalitas,
kompleksitas, tingkar kerahasiaan, emosional, dan biaya pengirim serta harapan
audiens.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Dalam melakukan
komunikasi bisnis kita perlu melakukan perencanaan pesan-pesan bisnis yang baik
dan benar, kami berharap pembaca mampu memahami tentang perencanaan pesan-pesan
bisnis dan bagian-bagian penting dalam pembahasan tersebut. Dalam pembahasan
tersebut mampu memberikan gambaran tentang perencanaan pesan-pesan bisnis yang
akan berguna untuk mencapai tujuan dalam berkomunikasi.
SUMBER
http://bayuhermawan11.blogspot.co.id/2016/10/makalah-perencanaan-pesan-pesan-bisnis.html
SUMBER
http://bayuhermawan11.blogspot.co.id/2016/10/makalah-perencanaan-pesan-pesan-bisnis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar