BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Dalam
dunia bisnis, persaingan selalu terjadi antara perusahaan yang satu dengan yang
lainnya atau antara seseorang dengan orang lainnya. Persaingan itu baik dalam
bentuk meraih keuntungan maupun dalam meraih prestasi. Maka dari pada itu
perusahaan harus lebih mantap dalam bersaing di dunia bisnis, agar tidk
tertindas oleh pihak yang lain. Oleh karena itu, agar perusahaan bisa berjalan
dengan baik, maka perusahaan harus mempunyai laporan perusahaan/ laporan
bisnis.
Laporan
ini dibuat dengan tujuan agar lebih mudah dalam menjalankan perusahaan/ bisnis
kedepannya, berdasarkan data dari laporan bisnis yang dibuat. Dengan laporan
bisnis yang dibuat juga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dalam suatu
perusahaan/ bisnis yang dijalankan. Karena dengan laporan teresebut seorang
manajer telah mempunyai patokan/ ukuran dalam menjalankan perusahaan/ bisnis.
Maka dari itu laporan bisnis sangat diperlukan dalam suatu perusahaan/ bisnis.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Laporan Bisnis
Laporan bisnis adalah dokumen faktual dan objektif yang dipergunakan untuk tujuan bisnis tertentu (Boovee dan Thill, 2002:476). Himstreet dan Baty mendefinisikan laporan bisnis suatu pesan yang objektif, dan tersusun teratur, yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasi atau dari satu instansi/lembaga, ke lembaga yang lainnya untuk membantu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah (Himstreet dan baty dalam Purwanto, 1997:88).
Sementara itu, Herta A Murphy dan Herbert W. Hildebrandt dalam bukunya “Effective Business Communication” menyatakan bahwa laporan bisnis (business report) tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih, dengan tujuan bisnis tertentu.1
Atas dasar difinisi tersebuat dapat simpulkan bahwa suatu laporan bisnis mempunyai berbagai karakteristik seperti netral, tidak berpihak, objektif, menyajikan data, disusun secara sistematis, menyangkut informasi eksternal maupun internal, biasanya diminta oleh pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi, memiliki tujuan yang jelas.
Bagi suatu perusahaan, pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi keperluan, antara lain:
Laporan bisnis adalah dokumen faktual dan objektif yang dipergunakan untuk tujuan bisnis tertentu (Boovee dan Thill, 2002:476). Himstreet dan Baty mendefinisikan laporan bisnis suatu pesan yang objektif, dan tersusun teratur, yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasi atau dari satu instansi/lembaga, ke lembaga yang lainnya untuk membantu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah (Himstreet dan baty dalam Purwanto, 1997:88).
Sementara itu, Herta A Murphy dan Herbert W. Hildebrandt dalam bukunya “Effective Business Communication” menyatakan bahwa laporan bisnis (business report) tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih, dengan tujuan bisnis tertentu.1
Atas dasar difinisi tersebuat dapat simpulkan bahwa suatu laporan bisnis mempunyai berbagai karakteristik seperti netral, tidak berpihak, objektif, menyajikan data, disusun secara sistematis, menyangkut informasi eksternal maupun internal, biasanya diminta oleh pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi, memiliki tujuan yang jelas.
Bagi suatu perusahaan, pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi keperluan, antara lain:
- Untuk memonitoring dan mengendalikan operasional perusahaan. Misalnya laporan operasional, laporan kegiatan personal.
- Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya: kebijakan penempatan posisi kerja.
- Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan. Misalnya laporan pajak, laporan analisis, dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuh).
- Untuk mendokumentasikan presentasi kerja yang yang diperlukan. Misalnya laporan perkembangan, dan laporan akhir suatu kegiatan.
- Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan atas masalah tertentu. Misalnya laporan penelitian/riset, laporan troubleshooting, laporan justifikasi.
- Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru. Misalnya: proposal penjualan.
Jenis –Jenis
Laporan Bisnis
Laporan bisnis dapat digolongkan
kedalam berbagai cara menurut fungsi, subjek, formalitas, keasliaan, frekuensi,
jenis atau penampilan, pelaksanaan proyek dan pelaksanaan pertemuan.
Masing-masing penggolongan tersebut secara rinci dapat dijelaskan berikut ini :
a. Berdasarkan Fungsinya
- Laporan informasi (Information
Report)
Berfungsi
untuk memberikan informasi dengan menyajikan fakta-fakta dan rangkuman, tanpa
melakukan analisis, menarik kesimpulan, atau memberi rekomendasi. Nama lain
untuk information report adalah laporan perkembangan (progress reports),
laporan sementara (interim report), dan laporan triwulan (quarterly report).
- Laporan analitikal(Analitycal Report)
Menyajikan
fakta-fakta, menganalisis dan menafsir, keudian mengambil kesimpulan dan
memberi rekomendasi(recommendation report), usulan (proposal), atau laporan
justifikasi (justification report).
b. Berdasarkan Subjeknya
Suatu
laporan dapat dibedakan berdasarkan departemen tempat laporan tersebut
diperoleh. Sebagai contoh adanya laporan akuntansi, laporan periklanan, laporan
pengumpulan kredit, laporan pembelanjaan, laporan asuransi, laporan pemasaran,
laporan ekonomi, laporan produksi, laporan personalia, laporan statistic, dan
laporan-laporan teknik.
c. Berdasarkan formalitasnya
- Laporan formal (long reports)
Laporan
formal pada umumnya berbentuk panjang, lebih dari 10 halaman, dan mencakup
masalah-masalah kompleks. Namun demikian, pengertian “panjang” bervariasi
tergantung pada situasi dan kondisi yang ada.
Laporan
formal mencakup tiga bagian penting, yaitu (1)Body teks: pendahuluan, isi dan
penutup; (2) prefatory part: sampul, judul, halaman, surat kewenangan,
penerimaan, persetujuan, pengiriman, penghargaan, synopsis, abstraksi,
rangkuman eksekutif, daftar isi, dan daftar tabel; (3) Supplement part:
lampiran, daftar pustaka, catatan akhir, daftar istilah dan indeks.
- Laporan informal (short reports)
Laporan
informal biasanya hanya mencakup badan teks. Namun demikian, sejumlah laporan
informal mencakup judul halaman, pengiriman, catatan akhir, dan lampiran.
d. Berdasarkan Keasliannnya
- Laporan otoritas adalah suatu laporan yang dibuat atas dasar permintaan atau kuasa dari komite atau orang lain.
- Laporan sukarela adalah suatu laporan yang dibuat atas inisiatif sendiri.
- Laporan swasta adalah suatu laporan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan swasta.
- Laporan publik adalah suatu laporan yang dibuat oleh lembaga-lembaga pemerintah, termasuk sekolah-sekolah, rumah sakit, atau lembaga-lembaga lain yang dibiayai oleh nagara.
e. Berdasarkan Frekuensinya
- Laporan berkala (periodic reports)
Laporan
dapat disusun secara harian, mingguan, bulanan, semesteran, atau tahunan.
Termasuk dalam laporan berkala, antara lain laporan bursa saham setiap jam,
laporan penjulan setiap hari, laporan biaya setiap minggu, laporan produksi
setiap bulan, laporan komite setiap kuartal, laporan anggaran tahunan.
- Laporan khusus (special report)
Laporan
khusus ditulis ketika ada kebutuhan terhadap suatu informasi yang unik (khusus)
seperti munculnya krisis dalam perusahaan.
f. Berdasarkan Jenisnya
- Laporan Memorandum (periodic report)
Laporan yang
menggunakan format memo, yaitu mencantumkan kepada, dari, subjek, dan tanggal.
- Laporan surat (letter report)
Laporan
surat adalah laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat yang
didalam berisi alamat, salam pembuka, penutup, tanda tangan dan referensi
- Laporan dalam bentuk cetakan
Laporan
dalam bentuk cetakan memiliki judul yang sudah tercetak, intruksi, dan
baris-baris kosong.
- Laporan formal (formal report)
Laporan
formal biasanya lebih panjang daripada laporan informal, laporan formal sering
juga disebut dengan laporan panjang (long report).
g. Berdasarkan Kegiatan Proyek
Dalam melakukan
seatu proyek, tedapat tiga jenis laporan, yaitu
- Laporan pendahuluan (preliminary reports). Mencakup persiapan suatu proyek, hasil yang diharapkan, dan cara melakukan pelatihan pegawai.
- Laporan perkembangan (progress reports) mengenai perkembangan pelaksanaan proyek secara berkala
- Laporan akhir (final report) mengenai akhir dari suatu pelaksanaan suatu proyek.
h. Berdasarkan Pelaksanaan Pertemuan
- Agenda (agenda) adalah suatu dokumen yang ditulis sebelum pertemuan berlangsung, mencakup jadwal pelaksanaan dan topik yang akan dibahas dalam pertemuan.
- Resolusi (resolation) adalah laporan singkat yang secara formal berisi pengumuman hasil konsensus suatu pertemuan.
- Notulen (minutes) adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung, mencakup catatan semua hal yang terjadi dalam pertemuan.
- Laporan pertemuan (proceedings) adalah suatu laporan resm, yang cakupan bahasanya luas dan berisi hasil-hasil pertemuan atau konferensi penting.
2.2
BAGIAN POKOK DALAM LAPORAN BISNIS
Pendahuluan
Dalam bagian
pendahuluan terdapat sebelas hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain :
- Pemberi kuasa adalah orang yang memberi laporan atau yang meminta laporan.
- Layout atau rencana presentasi yang menceritakan kepada pembaca apa saja yang akan dibahas dalam laporan.
- Masalah biasanya didefinisikan diawal bab pendahuluan, sebelum pernyataan mengenai maksud atau tujuan laporan.
- Maksud penulisan laporan harus tampak dibagian pendahuluan. Elemen tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam suatu laporan. Istilah lain untuk maksud penulisan, antara lain tujuan, misi, strategi, atau sasaran.
- Ruang lingkup berkaitan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan untuk sebuah laporan.
- Metedologi mengacu pada metode pengumpulan informasi. Data bisa dikumpulkan dengan membaca bahan-bahan di perpustakaan, melakukan wawancara, survei, atau eksperimen.
- Sumber-sumber primer atau sekunder, meliputi publikasi (majalah, jurnal, surat kabar) catatan perusahaan, memo, surat, hasil wawancara, karyawan, dan sebagainya.
- Latar belakang dari situasi yang sedang diteliti kadangkala dimasukkan jika pembaca memerlukan latar belakang informasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh dan pemahaman yang jelas terhadap suatu pembahasan.
- Definisi istilah perlu dicantumkan jika menggunakan istilah yang memiliki beberapa penafsiran.
- Keterbatasan misalnya dalam hal dana waktu, asisten peneliti atau data yang tersedia. Seorang penulis tidak perlu malu-malu untuk menyebutkan beberapa keterbatasan yang ada sebelum melakukan penelitian lebih lanjut. Rekomendasi menjelaskan tentang keputusan yang perlu dilaporkan didalam suatu laporan, misalnya keputusan antara membeli mesin baru atau mesin setengah pakai, rekstrukturisasi karyawan, memeberi uang pesangon,
- menambah perangkat lunak dan perangkat keras, membangun kantor perwakilan, dan lain sebagainnya.
2. Teks
Bagian
terpanjang dari suatu laporan bisnis adalah tubuh dan isi atatu teks. Dalam
bagian ini, dikembangkan diuraikan hal-hal yang penting secara terperinci.
Penulisan laporan bisnis yang baik harus mencakup temuan fakta yang penting dan
relevan serta membuang hal-hal yang tidak perlu dan tidak relevan dalam maksud
penulisan laporan tersebut.
3. Penutup
Bagian
penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh, mengambil
kesimpulan atau memberi rekomendasi.
- Rangkuman berisi ringkasan pembahasan secara menyeluruh
- Kesimpulan berisi fakta-fakta yang dibahas
- Rekomendasi menyarankan suatu program tindakan yang didasarkan pada kesimpulan yang telah dibuat.
- Rencana tindakan merupakan pernyataaan terakhir yang mencakup waktu pelaksanaan program, anggaran yang diperlukan dan orang-orang yang bertanggunga jawab terhadap proyek yang akan dilaksanakan.
- Proposisi digunakan di dalam dunia akademis atau jurnal sebagai suatu pernyataan yang tegas, yaitu tuntunan yang didasarkan pada suatu laporan atau artikel.
2.3
Pengorganisasian
Isi dalam laporan bisnis
Bentuk penyusunan suatu laporan
memiliki daya tarik tertentu yang akan mempengaruhi pembacanya. Kebutuhan calon
pembaca juga harus dipertimbangkan manakala memilih rencana organisasional
untuk seluruh tubuh laporan.
- Cara menyusun tubuh laporan bisnis
Ada 2 cara
yang dapat digunakan yaitu :
1. Cara Deduktif
Menggambarkan
laporan dari belakang kedepan atau menjelaskan ide pokok atau rekomendasi
terlebih dahulu, sebelum menjelaskan hal-hal yang rinci.
2. Cara induktif
Menjelaskan
fakta-fakta yang ada sebelum ide-ide pokok, kesimpulan atau rekomendasi
dikemukakan.
b. Cara menyusun teks laporan bisnis
1. Membuat topik-topik atau kriteria
Cara ini merupakan
hal yang umum dalam membuat laporan. Judul utama mungkin menggunakan keriteria
standar, faktor-faktor, pemecahan masalah, manfaat, atau karakteristik. Apabila
tujuan laporan adalah untuk menentukan apakah suatu perusahaan harus membeli
atau memproduksi, maka keputusan pertama adalah menentukan kriteria yang paling
penting.
2. Menyusun suatu peristiwa atau berbagai
kejadian
Dalam
pembuatan agenda, program konvensi, atau laporan perkembangan, aturan
perkembangan secara kronologis menggunakan periode waktu seperti tanggal,
bulan, tahun, jam atau musim dapat digunakan sesuai dengan pokok bahasan.
3. Mendeskripsikan lokasi atau
tempat
Treks bias
dikembangkan dengan mendeskripsikan lokasi atau tempat, apakah dirumah,
pabrik,kantor, pusat perbelanjaan, perusahaan internasional, dengan
cabang-cabangnya yang tersebar secara geografis ke berbagai penjuru
dunia.
4. Menjelaskan suatu proses atau prosedur
Cara
mengembangkan ini hampir sama pendekatan kronologis. Metode ini menelusuri
tahapan-tahapan, Misalnya suatu tahapan kebijaksanaan , operasi mesin, prosedur
melakukan tabungan atau penarikan simpanan.
5. Menyusun urutan tingkat kepentingannya
secara alfabet
Urutan
pertama berisi ide-ide, kejadian-kejadian, atau topik yang paling penting,
selanjutnya kurang penting atau tidak penting.
6. Menyusun urutan tingkatan familiaritas
Cara ini
mengembangkan teks dengan menyajikan hal-hal yang paling sederhana atau
familier terlebih dahulu, kemudian meningkat ke yang lebih kompleks atau yang
kurang familier. Seseorang cenderung lebih mudah memahami hal-hal yang sudah
diketahui sebelumnya dari pasa yang tidak atau belum diketahui.
7. Menyusun sumber-sumber yang digunakan
Metode ini
cocok digunakan jika pembaca sangat tertarik kepada sumber informasinya serta
memilih sumber-sumber yang sesuai.
8. Pemecahan masalah
Cara ini
umum digunakan untuk mengorganisasi suatu presentasi yang bersifat persuasi.
2.4 Penulisan
laporan singkat
Laporan
singkat hanya mencakup materi pendukung yang relatif sedikit. Bagi
pencapaiaan
komunikasi yang efektif laporan singkat itu sendiri dapat berbentuk memo
ataupun surat yang terdiri satu atau dua halaman.
Secara umum
laporan singkat dalam dunia bisnis jarang dilengkapi dengan halaman judul,
surat pengantar, daftar isi dan rangkuman, karena hanya terdiri atas 1 atau 2
lembar halaman saja. Oleh karena itu, laporan singkat lebih menekankan pada
tubuh suatu laporan yang mencakup pembuka, hasil temuan, bahasan, dan bagian
penutup.
Laporan singkat mencakup beberapa elemen penting dalam suatu
laporan formal antara lain :
a. Gaya penulisan pribadi yang menggunakan
gaya penulisan orang pertama atau kedua.
b. Grafik untuk lebih menekankan tulisan.
c. Judul dan sub-sub judul dalam tubuh
laporan.
d. Format memo atau surat.
2.4 Membuat
Laporan Bisnis yang Baik
Laporan bisnis merupakan alat manajemen yang sangat
penting dalam suatu organisasi. Oleh karena keterbatasan waktu seringkali staf
manajemen mengalami kesulitan dalam melakukan pemantauan atas berbagai kegiatan
yang ada dalam unit-unit suatu organisasi. Disamping itu, mereka juga tidak
memiliki latar belakang khusus yang diperlukan baik yang dilakukan untuk
penelitian maupun evaluasi terhadap hal-hal tertentu.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Laporan bisnis
sebagai penyampaian informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu
institusi/ lembaga ke lembaga lain untuk membantu pengambilan keputusan atau
pemecahan masalah. Suatu laporan dapat berbentuk tertulis ataupuan lisan
ataupun keduanya (lisan dan tertulis). Laporan tertulis biasanya mendahului
penyajian secara lisan yang didasarkan pada dokumen tertulis.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar